Suasana Religius dan Khidmat Menyelimuti Gor Desa Tumapel Saat Mendengarkan Tauziah Abah Anza

Gresik ||Liputankasus.com – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti halaman GOR Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Rabu malam (8/7/2026).
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti Pengajian Akbar dalam rangka Sedekah Bumi, Haul Syekh Ahsananuddin Qoyyim beserta para sesepuh Desa Tumapel, serta peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menghadirkan dua ulama ternama, KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dan Habib Anis bin Syahab dari Jakarta. Kehadiran keduanya disambut antusias masyarakat yang telah memadati lokasi sejak sore hari.
Dalam rangkaian acara juga dilaksanakan santunan kepada 17 anak yatim yang dipimpin oleh Habib Anis bin Syahab. Momen tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Gotong Royong Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi Warga”, kegiatan ini menjadi momentum memperkokoh keimanan, melestarikan tradisi warisan leluhur, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Kepala Desa Tumapel, Ziadatul Akmal, SH, mengatakan Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.
“Tradisi ini merupakan warisan para leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap memberikan manfaat bagi generasi penerus,” ujarnya.
Ketua Panitia Sedekah Bumi, Ustaz Muklasin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para donatur yang telah bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun mampu menjadi modal utama dalam membangun Desa Tumapel yang semakin maju, rukun, dan harmonis.
Sementara itu, Camat Duduksampeyan, Merista Dedy Hartadi, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Desa Tumapel yang mampu menjaga tradisi lokal dengan nuansa religius.
Menurutnya, kegiatan seperti Sedekah Bumi menjadi contoh nyata bahwa budaya lokal dapat berjalan selaras dengan syiar Islam, sekaligus memperkuat persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong masyarakat.
Pengajian Akbar berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid menuturkan 3 hal yang wajib diketahui manusia dan harus tau,yaitu tentang kelahiran,kematian serta dibangkitkan kembali dan Habib Anis bin Syahab mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat ukhuwah Islamiyah, menghormati jasa para ulama serta sesepuh desa, dan menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan demi keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Tumapel serta Kabupaten Gresik. Tradisi Sedekah Bumi diharapkan terus menjadi perekat persaudaraan sekaligus identitas budaya yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
( Biro: Suwari )
