Sedekah Bumi Dusun Klampisan: Tradisi Syukur dan Gotong Royong Tetap Hidup di Era Modern

Gresik || Liputankasus.com – Kearifan lokal kembali hidup di tengah masyarakat Dusun Klampisan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Tradisi Sedekah Bumi yang digelar pada Sabtu (1/8/2026) menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan yang dirasakan warga selama setahun terakhir.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tambakrejo Latib beserta jajaran perangkat desa, Kepala Dusun Klampisan Kasran, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga ratusan warga. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat dengan semangat kebersamaan yang kental.
Warisan Leluhur yang Dijaga
Kepala Dusun Klampisan, Kasran, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
“Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa,” ungkapnya.
Senada, Kepala Desa Tambakrejo, Latib, mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Ia menilai budaya lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset bangsa yang harus terus dirawat.
“Selama mengandung nilai-nilai positif, memperkuat persatuan, dan menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, tradisi seperti Sedekah Bumi patut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.
Puncak Acara: Pagelaran Wayang Kulit Ki Dalang Sutirto.
Puncak kemeriahan acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Sutarto. Pertunjukan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi hingga larut malam.
Alunan gamelan yang berpadu dengan kisah-kisah pewayangan menghadirkan suasana sarat pesan moral, filosofi kehidupan, serta nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Lebih dari sekadar hiburan, wayang kulit menjadi media pelestarian budaya yang mengajarkan kebijaksanaan, kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Sedekah Bumi yang dipadukan dengan seni pewayangan, masyarakat Dusun Klampisan menunjukkan bahwa tradisi dan budaya tetap memiliki tempat di tengah kehidupan modern. Semangat kebersamaan, rasa syukur, dan kecintaan terhadap warisan leluhur menjadi pondasi untuk memperkuat jati diri bangsa.(SI)





