OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 3 SAAT INVESTASI DAN PROYEK, BUPATI DAN TP3D SELALU TAMPIL DI BARISAN DEPAN. SAAT RAKYAT ALASTLOGO BERJUANG, KE MANA SEMUANYA?

Pasuruan ||LiputanKasus.com – Dalam berbagai agenda investasi, proyek pembangunan proyek fisik, proyek infrastruktur fantastis, dan pembahasan arah kebijakan daerah, Bupati dan TP3D kerap tampil paling depan di ruang publik. Namun ketika masyarakat Alastlogo menutup Jalur Pantura demi menuntut rasa aman, publik hanya melihat Sekretaris Daerah berada di lapangan. Mengapa demikian?
Coba perhatikan pola ini baik-baik.
Groundbreaking proyek — Bupati hadir.
Penandatanganan investasi — Bupati hadir.
Peresmian infrastruktur — Bupati hadir, TP3D mendampingi, kamera menyala.
Tapi hari ketika warga Alastlogo menutup jalan nasional demi menuntut rasa aman dari ancaman peluru nyasar?
Bupati tidak ada.
TP3D tidak ada.
Yang tampil hanya Sekda.
Sendirian menghadapi kemarahan ratusan warga yang sudah menahan penderitaan bertahun-tahun.
Kasihan warga Alastlogo.
Mereka bukan meminta proyek baru. Bukan meminta groundbreaking. Bukan meminta seremoni.
Mereka hanya meminta rasa aman di tanah mereka sendiri.
Tapi urusan itu ternyata tidak cukup penting untuk mendatangkan kehadiran langsung pemimpin daerah.
Publik berhak bertanya, tegas dan tanpa basa-basi:
Apakah krisis keselamatan rakyat memang dianggap lebih ringan dibanding urusan investasi dan proyek fisik?
Apakah TP3D — yang begitu sigap tampil untuk percepatan pembangunan — tidak punya peran apa pun ketika rakyat yang terdampak justru sedang berjuang di jalanan?
Ataukah memang ada standar ganda dalam menentukan urusan mana yang layak dihadiri langsung kepala daerah, dan mana yang cukup diserahkan kepada bawahan?
Kepemimpinan bukan cuma soal memotong pita.
Kepemimpinan diuji justru saat rakyat sedang marah, takut, dan menuntut perlindungan.
Warga Alastlogo sudah menunjukkan kesabaran mereka selama bertahun-tahun.
Empat jam blokade jalan nasional bukan permintaan baru.
Itu adalah pengingat keras atas janji lama yang belum juga dijawab.
Kini publik menunggu, dan akan terus menagih:
Kapan Bupati Pasuruan turun langsung, memimpin sendiri penyelesaian Alastlogo — bukan lewat perwakilan, bukan lewat pernyataan pers, tapi lewat kehadiran dan tindakan nyata?
FORMAT Pasuruan (Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan) — memantau dan mengawal akuntabilitas publik di Kabupaten Pasuruan.
( Biro: Daeng )
Oleh ; FORMAT PASURUAN – Ismail Makky, SE. SH., MM. (Ketua)







