Papan Nama Proyek Betonisasi Jalan Duduksampeyan–Betoyoguci Berbeda dengan Data LPSE, Publik Pertanyakan Selisih Anggaran Rp 660 Juta

Gresik || Liputankasus.com – Pelaksanaan proyek peningkatan struktur dan pelebaran Jalan Duduksampeyan–Betoyoguci di Kabupaten Gresik memicu tanda tanya di kalangan masyarakat. Hal ini menyusul ditemukannya ketidaksesuaian yang signifikan antara data nilai pagu anggaran pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nilai anggaran yang tercantum pada papan nama proyek di lokasi pengerjaan lapangan.
Berdasarkan penelusuran data pada sistem LPSE Kabupaten Gresik, paket pekerjaan infrastruktur ini memiliki nilai Pagu Anggaran awal sebesar Rp 4,400,033,000. Setelah melalui proses lelang, dokumen perjanjian kontrak kerja secara resmi ditandatangani oleh pihak penyedia jasa dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik harga penawaran sementara (HPS) dengan nilai kesepakatan sebesar Rp 4,399,858,818.Namun, kondisi berbeda ditemukan langsung di lokasi proyek.

Papan informasi proyek yang dipasang oleh pihak pelaksana justru mencantumkan nilai anggaran sebesar Rp 3,739,854,106 Miliar. Terdapat selisih atau penurunan nilai sebesar kurang lebih Rp 660 Juta dari nilai pagu yang sah ditandatangani di aplikasi LPSE.Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta asas transparansi pengadaan barang dan jasa pemerintah, ketidaksinkronan data ini dinilai dapat memicu spekulasi negatif di tengah masyarakat.
Papan proyek seharusnya berfungsi sebagai media transparansi yang menyajikan data akurat, mutakhir, dan sama persis dengan dokumen kontrak kerja yang mengikat.Hingga rilis ini dikeluarkan, masyarakat dan rekan media mendesak DPUTR Kabupaten Gresik selaku satuan kerja penanggung jawab, bersama kontraktor pelaksana, untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab terjadinya perbedaan angka tersebut. Apakah selisih Rp 660 Juta tersebut disebabkan oleh adanya adendum (perubahan) kontrak di tengah jalan, kesalahan teknis dalam pencetakan banner informasi, atau terdapat pengurangan volume pekerjaan di lapangan yang belum diperbarui.
( Biro: Suwari )







