Panita Lomba Burung Bawa Uang Kabur Ratusan Juta Rupiah

Bengkulu || Liputankasus.com – Dalam ajang perlombaan burung di bengkulu yang bertajuk “Seduluran Murai Mania (SMM) Goes to Bengkulu Feat Pasya sf ” berakhir batal di karekan panitia tidak hadir dalam ajang perlombaan tersebut.
Ramainya di media sosial tentang acara perlombaan di bengkulu di nyatakan batal dan peserta telah mengajukan laporan resmi ke Kepolisian Daerah Bengkulu.
Mereka menduga menjadi korban penipuan oleh panitia penyelenggara, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp500 juta dari biaya pendaftaran di berbagai kategori lomba.
Laporan tersebut diterima pada Minggu, 18 Januari 2026, melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bengkulu.
Kasus ini kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Para pelapor menunjuk ketua pelaksana, yang bernama inisial HP, sebagai pihak utama yang bertanggung jawab.
HP diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu lembaga di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Salah satu peserta bernama Hedi mengonfirmasi bahwa perwakilan mereka telah secara resmi menyampaikan dugaan penipuan ini.
“Kami telah melaporkan kasus ini ke Polda Bengkulu, dan pemeriksaan sedang berlangsung di Reskrimum.
Laporan ditujukan kepada panitia dan ketua pelaksana HP, yang juga diketahui sebagai ASN di Bengkulu Tengah,” ujar Hedi.
Acara perlombaan berlangsung di Wahana Surya, Kecamatan Sungai Suci, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Namun, kegiatan tersebut berakhir dengan protes keras dari peserta karena pengembalian dana pendaftaran tidak kunjung dibayarkan.
Situasi di lokasi sempat tegang.
Beberapa peserta terlibat pertengkaran verbal dengan panitia atas rasa kecewa mereka.
Bahkan, ketua pelaksana HP dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga meminum racun di tengah kekacauan acara.
Atas kejadian ini pihak dari SMM memberikan klarifikasi yaitu ketua SMM ko apank, terkait batalnya perlombaan di bengkulu.
Di kutip dari vidio klarifikasi yg beredar di media sosial saat di klarifikasi ko apank ( ketua SMM), menjelaskan bahwa di SMM ada beberapa metode kerja sama yakni untuk di bengkulu hanya kerja sama peminjaman juri saja.
” Bukan total SMM dan yg di berangkatkan ke bengkulu hanya lima juri, dua crew beserta satu MC dan satu pengawas juri ”
Karena sistem kerjasama nya seperti itu kami bertanggung jawab hanya di penjurian nya saja, jadi untuk segala persiapan lomba pendaftaran tiket, penyiapan hadiah dan kesiapan lapangan semua yg menyiapkan pihak dari sana. Ujar ko apank
Melihat dari antusias kicau mania perminta,an maaf bengkulu pihak SMM merasa kecewa dan meminta ma,af kepada seluruh Peserta maupun kicau mania di bengkulu atas kejadian yang tidak terduga ini.
( Zainal )







