Warga Kapas Baru Gang 10 Keluhkan Pemasangan Box Culvert Tanpa Tutup, Diduga Abaikan SOP dan Keselamatan Kerja

Surabaya ||Liputankasus.com – Proyek pemasangan box culvert di Kapas Baru Gang 10, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, menuai sorotan tajam dari warga. Saluran beton yang telah terpasang di lokasi diketahui masih dibiarkan terbuka tanpa penutup, sehingga memunculkan kekhawatiran serius terkait keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Warga menilai kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama bagi pejalan kaki, anak-anak, hingga pengendara roda dua yang melintas pada malam hari saat penerangan minim. Mereka khawatir saluran yang menganga dapat menjadi pemicu kecelakaan apabila tidak segera ditangani.

Saat dikonfirmasi, mandor pelaksana proyek menjelaskan bahwa penutup box culvert masih dalam proses pembuatan dan akan dipasang setelah selesai diproduksi. Namun alasan tersebut belum mampu meredam keresahan warga yang mempertanyakan mengapa konstruksi dibiarkan terbuka tanpa pengamanan sementara.

Tidak hanya itu, warga juga menyoroti proses pemasangan box culvert yang diduga dilakukan ketika dasar saluran masih tergenang air. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pemasangan konstruksi beton apabila tidak dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.

Sorotan semakin menguat setelah awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek. Pekerjaan diketahui berlangsung hingga malam hari. Mandor pelaksana mengaku pekerjaan dilakukan secara lembur karena sebelumnya terjadi kekosongan stok box culvert dan material baru tiba di lokasi.

Meski demikian, warga mempertanyakan urgensi pekerjaan malam hari yang tetap dilaksanakan di tengah kondisi saluran yang belum tertutup dan minim pengamanan. Mereka menilai keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan konstruksi yang menggunakan fasilitas publik.

Lebih jauh lagi, proyek tersebut juga diduga belum dilengkapi papan informasi atau plang proyek yang lazim dipasang sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Ketiadaan papan proyek membuat warga tidak mengetahui nilai anggaran, sumber dana, pelaksana pekerjaan, maupun target penyelesaian proyek.

Selain itu, warga mengaku tidak melihat adanya rambu-rambu peringatan maupun perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekitar area pengerjaan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana standar keselamatan kerja diterapkan dalam proyek tersebut.

“Kalau memang proyek pemerintah, seharusnya ada papan proyek dan pengamanan yang jelas. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan tindakan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Lurah Kapas Madya Baru, Krisna, terkait berbagai keluhan warga dan kondisi proyek tersebut telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proyek tersebut. Mereka meminta agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara transparan, memenuhi standar teknis, serta mengutamakan keselamatan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi proyek. ( Redaksi )

Exit mobile version