Sabung Ayam Kedungdung, Kapolres Sampang Minta Wartawan Belajar Etika, Kalau Ada Bukti Laporkan Propam

Sampang||Liputankasus.com – Polemik dugaan praktik judi sabung ayam taji di Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang terus bergulir.

Setelah sebelumnya memberikan respons singkat terkait pemberitaan yang beredar, Kapolres Sampang AKBP Hartono kembali menyampaikan tanggapannya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Saat dikirimi tautan berita mengenai dugaan sabung ayam taji yang disebut-sebut melibatkan taruhan hingga puluhan juta rupiah serta isu dugaan setoran Rp20 juta kepada oknum aparat, AKBP Hartono memberikan respons panjang yang lebih banyak menyoroti cara wartawan melakukan konfirmasi.

“Silahkan sampean sesukamu ya… Sampean iki media baru apa lama… perasaan saya kok nggak paham… belajar dulu. Saya baru menemukan media sekian ratus orang, baru sampean yang nggak paham dijelaskan,” tulis AKBP Hartono.

Dalam pesannya, Kapolres juga mempertanyakan identitas wartawan yang menghubunginya dan menilai konfirmasi yang dilakukan tidak diawali dengan perkenalan.

“Sampean media beneran apa nggak saya juga tidak yakin. WA saya juga tidak memperkenalkan sampean itu siapa, bagaimana saya harus menjawab. Jangan-jangan media gadungan,” lanjutnya.

AKBP Hartono juga menyinggung etika dalam melakukan konfirmasi kepada narasumber.

“Kamu tanya itu kamu perkenalkan diri tidak? Bagaimana kamu tanya tidak sopan, tidak ada etika. Kalau mau dihormati hargai orang ya. Belajar beretika,” tulisnya.

Menurut Kapolres, hubungan yang baik antara wartawan dan narasumber penting dalam memperoleh informasi.

“Kamu sopan kami segan. Kamu menghargai saya, saya hormat kamu. Mestinya ke kantor kenalan dulu. Selanjutnya kalau sudah kenal pasti info-info dikasihkan. Mana ada cari berita hanya lewat telepon atau WA tanpa kenal. Kalau mau hasil maksimal ya harus capek,” ujarnya.

Meski demikian, ketika kembali ditanya mengenai substansi persoalan, yakni langkah yang diambil kepolisian terkait dugaan judi sabung ayam taji di Kecamatan Kedungdung serta isu dugaan setoran Rp20 juta kepada Polsek Kedungdung, AKBP Hartono memberikan tanggapan yang lebih tegas.

“Yang begini saya senang. Kalau sampean ada bukti laporkan ke Propam, jangan hanya katanya-katanya,” kata Kapolres.

Ia bahkan menyatakan tidak keberatan apabila ada pihak yang mampu membuktikan tudingan tersebut.

“Saya tidak malu pak, saya senang kalau bisa dibuktikan. Kecuali saya ada setoran baru saya malu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons pertama dari Kapolres Sampang yang secara langsung menanggapi isu dugaan setoran yang beredar di tengah masyarakat.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil penyelidikan atau langkah konkret yang telah dilakukan Polres Sampang terkait video dugaan sabung ayam taji yang disebut terjadi di Desa Batuporro Barat, Kecamatan Kedungdung, dan juga terkait isu dugaan uang setoran ke oknum Polsek Kedungdung.(Red)

Exit mobile version