Jombang||LiputanKasus.com – Dalam rangka Napak tilas NU pada Tahun tanggal – 4 – Januari – 2026, di mulai hari Minggu. dimulai dari Bangkalan Madura Pondok Syech Khona Kholil Bangkalan menuju Surabaya dilanjut menuju stasiun Gubeng Surabaya di lanjut ke stasiun Jombang dilanjut ke Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang untuk penyerahan tongkat dan tasbih kepada duriyah KH Hasim Asy’ari Tebu Ireng Jombang.dan diterafis oleh tim Lembaga ketabiban Pwpsnu Pagar Nusa JawaTimur jam 19.00 sampai selesai.
Untuk pasiyen yg di terapi oleh lembaga ketabiba Pwpsnu Pagar Nusa di kepalai oleh Agus Mulyo/Ki Ageng purwo.peserta Napak tilas sejarah NU.ujar Ki Ageng Purwo sangat berterimah kasih kepada anggotanya yang telah menyempatkan waktunya dan meluwangkan waktunya bisa ber partisipasi bisa mengobati peserta Napak tilas yang membutuhkan pengobatan dan juga semua peserta Napak tilas yang ber obat semua di kasih ramuan herbal atau jamu herbal yg di buat oleh anggota lembaga ketabiban Pwspnu Pagar Nusa Jawa Timur .semua peserta Napak tilas sejarah NU yg di terafi dan yg di beri obat herbal dan minuman herbal sangat” senang dan berterimakasih banyak kepada lembaga ketabiban Pwpsnu Pagar Nusa Jawa timur yang dikepalai oleh Ki Ageng purwo/mulyo imbuhnya
“Daftar”anggota ketabiban yg Hader
1: Ki Ageng purwo kepala ketabiban.Bojonegoro
2: Aska Isabela bidang terafis.Blitar
3:kang kowok wakil kepala, Nganjuk
4: Patkun wakil kepala, Bojonegoro
5: Sutarji bendahara, Pasuruan
6: Pak Darsono Sekertaris Bojonegoro
7: Kang Khoir bidang saraf dan tulang, Tuban
8: Gus Robet bidang herbal, Babat Lamongan
9: Kang Rahmat bidang betkan, Bojonegoro
10: Hermanto akupuntur, Bojonegoro
11: Kang Sifa bidang terafis, Bojonegoro
12: Abdul Qoder Sekertaris 1, Jember
13: Pak Hasem bidang terafis, Jember
14: Feri Setiyono.bidang betkan Bojonegoro
15: Sugiyono bidang rukyah dan lain lain, Gresik
16: Makrufah bidang saraf dan tulang, Surabaya
17: Defi sekertares tiga dari Nganjuk
18: Edi Budi Susanto bidang terafis, Bojonegoro
19:Suparmen bidang terafis, Bojonegoro
20: Sunaryo bidang tulang, Bojonegoro
21: Ya,i Anwar Kholili bidang dakwah, Jombang
22: Gus Ealuyo bidang budaya, Jombang
23: Gus Opu Daeng bidang hukum, Pasuruan
24: Kang Jito bidang terafis, Bojonegoro
25: Kang Mursyid.bidang terafis, Jember
26: Pak Selamet.bidang tulang dan saraf, Jember
27: Gus Nawawi gajah Mada bidang terafis, Jember
28: Kang Samsul Arifin bidang terafis, Jember
29: Izka isabella.bidang terafis, Blitar
30: Kang Noval bidang perlengkapan, Lamongan
31: Mbah Supangkat bidang Spiritual, Pasuruan
32: Kang kosnandar bidang terafisNganjuk
33: Kang Bayu bidang terafis, Nganjuk
34: Kang Dan, Sidoarjo
35: Kang yusron jombang, tuturnya
“Peserta napak tilas datang dari berbagai daerah di Tanah Air, diantaranya Samarinda, Balikpapan, Bontang, Paser, Penajam Paser Utara, Kuta,i Kartanegara, wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera dan Sulawesi.
Rute Napak Tilas, Simbol Koneksi Guru dan Murid
“Napak tilas ini memiliki makna filosofis yang mendalam, menegaskan ikatan spiritual antara Syaik Khona Kholil Bangkalan Madura sebagai guru dan KH, Hasyim Asy’ari sebagai murid yang kelak menjadi pendiri NU ujarnya
Etape Pertama : Peserta berjalan kaki dari titik pemberangkatan di Bangkalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Kamal.
Etape Kedua: Perjalanan dilanjutkan menggunakan moda transportasi kereta api menuju Kabupaten Jombang
Etape Puncak, Ribuan jamaah dari Madura dan Jombang berkumpul di Alun-alun Jombang pukul 18.00 WIB untuk memulai jalan kaki bersama sejauh 6 kilometer menuju Pondok Pesantren Tebuireng
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Bupati Jombang H. Warsubi bersama sejumlah pejabat terkait, sekitar pukul 20.00 WIB, setelah seluruh peserta berkumpul di Alun-alun Jombang,
Sejumlah peserta mengaku terharu dan penuh semangat mengikuti napak tilas tersebut
“Saya dari Bangkalan ikut napak tilas ini sebagai momentum bersejarah untuk menjaga ruh pendirian NU agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” ujar salah seorang peserta,
Peserta dari Jombang sendiri diperkirakan mencapai ribuan orang, Melibatkan pengurus NU banom, Organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum
“Ketua Yayasan Jombang Ibukota Nahdliyin (JIK-NAH), Ustadz H. Muhtazuddin, SH, menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh atas terselenggaranya napak tilas spiritual tersebut
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan napak tilas dalam rangka Harlah 1 Abad NU, Isyaroh dan Tasbih Muassis NU Tahun 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng. Ini adalah momen bersejarah dalam merawat dan menjaga tradisi luhur para ulama NU,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, para peserta terus bergerak dari Bangkalan menuju Jombang Kota Santri, dengan titik kumpul di Alun-alun Jombang sebelum akhirnya bermunajat bersama di kompleks makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Tebuireng. Pungkasnya
( Gus, Daeng )
