Surabaya- Nusantara Center for Social Research (NCSR) bekerja samadengan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra (FH UWP) menggelar Bedah Buku pada Kamis, 18 Juni 2026 secaravirtual.
Pembicara pada bedah buku tersebut ialah Sultoni Fikri, S.IP.,S.H., M.H., yang merupakan salah satu penulis buku bertajukTeori Kedaulatan : Sejarah, Perkembangan dan KajianKritisnya. Bedah buku juga mengundang Fikri Hadi, S.H., M.H., yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara FH UWP selaku penanggap. Bedah buku tersebut dimoderatori olehIntan Predita Lystiadi yang merupakan Mahasiswa FH UWP serta dipandu oleh Fareh Prameswari, S.H., yang merupakanlulusan terbaik Prodi IH, FH UNTAG Surabaya 2026 sekaligus peneliti di NCSR.
Acara diawali dengan pemaparan oleh Fikri Hadi yang menyampaikan terkait substansi buku tersebut dariperspektifnya sebagai akademisi HTN. Ia mengapresiasipenulis buku yang berhasil meramu materi terkait kedaulatanmenjadi sebuah bacaan yang tidak hanya ilmiah, tetapi jugarelevan dan kontekstual dengan kondisi kekinian.
“Saya melihat buku ini sebagai sebuah genre baru dalamliteratur ketatanegaraan di Indonesia, di mana pendekatansejarah, filsafat, dan kritik poskolonial dipadukan dengansangat baik.”, Ujar Fikri Hadi.
Ia menyampaikan bahwa Buku tersebut sangat berani, terbarukan dan kontributif. Salah satunya ia mengacu padasalah satu bagian buku yang membahas Kajian Kritis TeoriKedaulatan dari perspektif poskolonial.
Di samping itu, ia menilai bahwa buku ini tergolong visioner. Sebab buku tersebut tidak hanya membahas aspek kedaulatandi masa lalu dan masa kini melainkan juga di masamendatang. Dalam bukunya, Penulis mengangkat isu-isuseperti cyber sovereignty, mata uang digital, dan pengawasanoleh negara.
“Buku ini ditutup dengan kalimat yang sangat menarik. Masadepan di mana kedaulatan bukan lagi tentang siapa yang memerintah, tetapi tentang bagaimana kita hidup bersamadalam dunia yang plural dan rentan. Masa depan inilah yang harus kita perjuangkan bersama: masa depan post-sovereign society yang manusiawi, deliberatif, dan berkeadilan.”,paparnya.
Selanjutnya, Sultoni Fikri memaparkan tanggapannya sebagaisalah satu penulis buku tersebut. Buku tersebut ia tulisbersama Rizky Bangun Wibisono, S.IP., M.Sc., yang merupakan akademisi University of Glasgow yang jugamerupakan peneliti di NCSR sekaligus dosen FISIP UINSA.
Ia memaparkan bahwa penulisan buku tersebut salah satunyadilatarbelakangi karena minimnya literatur yang membahasteori kedaulatan secara komprehensif.
“Kebanyakan literatur hanya membahas apa saja bentuk teorikedaulatan tersebut seperti teori kedaulatan tuhan, raja, negara, rakyat dan hukum sebagaimana yang sering diajarkandi perkuliahan. Namun jarang sekali ada yang membahassejarah lahirnya serta perdebatan terkait teori kedaulatan.”,ujar Sultoni.
Hal itulah yang pada akhirnya mendorong kedua penulistersebut untuk menulis buku terkait teori kedaulatan secarakomprehensif mulai dari sejarahnya, perdebatannya, sudutpandang yang berbeda bahkan sampai kepada dinamika yang akan terjadi di kemudian hari seiring dengan perkembanganarus teknologi dan digitalisasi.
“Saya berharap, buku ini dapat menjadi rujukan bagiakademisi, insan cendekiawan dari berbagai latar belakangketika hendak membahas terkait dengan teori kedaulatan”, tukasnya.
Ditemui secara terpisah, Kaprodi Ilmu Hukum FH UWP, Sekaring Ayumeida Kusnadi, S.H., M.H., mengapresiasiterselenggaranya kegiatan bedah buku tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam rangkamemberikan sumbangsih keilmuan kepada masyarakat, sejalan dengan tagline UWP yakni Growth with Society sertaImpactful UWP.
“Kami sangat terbuka untuk bekerjasama dalam rangkamengadakan kegiatan yang bernuansakan akademis sepertibedah buku ini. Hal ini sejalan dengan spirit FH UWP berdampak dengan visi unggul berbasis riset danLegalpreneurship.”, ujar Sekar.(Red)
