Hening dan Khidmat, Kirab Bendera Merah Putih 40 Meter Warnai Ruwatan Agung Nuswantoro di Air Terjun Putuk Truno

Pasuruan ||LiputanKasus.com – Di tengah rimbunnya alam Air Terjun Putuk Truno, Prigen, Kabupaten Pasuruan, gemuruh air terjun menyatu harmonis dengan kekhidmatan doa spiritual.

‎Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia – GMBI Wilter Jawa Timur berkumpul dengan balutan busana adat dan seragam khas. Mereka memadukan semangat kebangsaan dengan kearifan lokal melalui gelaran “Ruwatan Agung Nuswantoro”.

‎Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, ini menyajikan pemandangan unik saat sesi kirab budaya berlangsung. Berbeda dari pawai pada umumnya yang riuh oleh musik, para peserta kirab justru berjalan kaki dalam keheningan total tanpa suara.

‎Di barisan paling belakang, membentang gagah Sang Saka Merah Putih sepanjang 40 meter. Bendera raksasa itu diarak perlahan menyusuri jalanan Prigen, menciptakan kontras yang magis dan menyentuh hati.

‎Aksi bisu dan bentangan kain Merah Putih raksasa tersebut berhasil menyedot perhatian warga setempat. Keheningan prosesi justru menghadirkan getaran rasa haru dan hormat di sepanjang jalur yang dilalui.

‎”Jarang-jarang ada kirab sehening ini. Waktu bendera 40 meter lewat tanpa ada suara musik atau teriakan, rasanya merinding. Suasananya jadi sangat sakral dan terasa betul nilai perjuangannya,” ujar Suwandi, 48, salah seorang warga di sekitar lokasi Air Terjun Putuk Truno.

‎Dengan mengusung tema “LSM GMBI Merajut Kebhinekaan dalam Harmoni Budaya”, keheningan kirab dan ritual ruwatan diposisikan sebagai simbol penyucian diri serta refleksi spiritual mendalam untuk keselamatan bangsa di momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

‎Ketua Wilter GMBI Jawa Timur, Sugeng, bersyukur seluruh prosesi dapat terselesaikan dengan lancar.

‎”Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan lancar. Walau sederhana, ini adalah sumbangsih dan doa kami untuk negeri. Mari kita rawat bersama agar bangsa Indonesia terlepas dari sengkala. Damai Indonesiaku, Merdeka!” pungkasnya.(SI)

Exit mobile version