Gresik ||Liputankasus.com – Anggota DPRD Kabupaten Gresik Fraksi PDI Perjuangan, H. Nasikul Khakim,S.T mendorong pembangunan pertanian di Kecamatan Duduk Sampeyan,diarahkan pada swasembada pangan berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri sarasehan bersama kepala Desa yang mewakili kelompok tani, penyuluh, dan perangkat desa di Balai Desa Gredek Kecamatan Duduk Sampeyan,Kabupaten Gresik.Rabu 15/07/2026
Menurut H. Nasikul, Duduk Sampeyan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Gresik karena didukung lahan sawah dan sumber air yang memadai. Namun ia mengingatkan, swasembada tidak cukup hanya mengejar target produksi.
Swasembada pangan harus berkelanjutan. Artinya hari ini kita cukup pangan, tapi lahan tetap subur, petani sejahtera, dan anak muda mau bertani. Jangan sampai kita kejar tonase tapi mengorbankan tanah dan masa depan petani,” tegas H. Nasikul Khakim,S.T. DPRD dapil 2 Gresik dari partai PDIP.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan mengemuka. Di antaranya penataan kembali jalan usaha tani, alih fungsi lahan pertanian, minimnya alat mesin pertanian, serta belum adanya jaminan aliran air dari waduk saat petani mau tanam padi.
Menanggapi hal itu, politisi PDIP ini menyampaikan 3 langkah strategis yang harus dikawal bersama:
1. Melindungi Lahan Produktif
Penegakan Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan harus diperkuat agar sawah produktif di Duduk Sampeyan tidak habis beralih fungsi.
1. Penguatan Kelompok Tani dan Teknologi
Pemerintah perlu menambah penyuluhan, bantuan alsintan, dan mendorong pertanian modern agar menarik minat generasi muda.
1. Menjamin Harga dan Pasar
DPRD akan mendorong Pemkab Gresik membangun fasilitas penyimpanan seperti cold storage dan menguatkan peran BUMDes sebagai penampung hasil panen agar harga stabil.
“PDI Perjuangan konsisten memperjuangkan nasib petani. Anggaran pertanian harus tepat sasaran dan hasilnya harus langsung dirasakan petani. Swasembada dimulai dari desa, dan Duduk Sampeyan bisa jadi contoh,” pungkasnya.(SI)
H. NASIKUL KHAKIM,S.T : PEMBANGUNAN PERTANIAN DI DUDUK SAMPEYAN HARUS MENUJU SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN
